Tandaseru — Keluarga Wakil Bupati Pulau Morotai, Maluku Utara, Asrun Padoma mengungkapkan kekecewaan atas ketiadaan fasilitas Pemerintah Daerah untuk merujuk Wabup dari Morotai ke RSUD Chasan Boesoirie. Speedboat Pemda yang seharusnya digunakan merujuk Wabup, Sabtu (2/1), justru tak ada di tempat saat hendak digunakan.

Aul Andika, salah satu perwakilan keluarga Wabup menyatakan, sejak Jumat (1/1) malam pihak keluarga sudah berupaya menghubungi Kepala Bagian Umum agar bisa menggunakan speedboat Pemda merujuk Wabup. Sayangnya, nomor kontak Kabag berada di luar jangkauan hingga pagi.

“Dari jam 12 malam kami sudah berupaya menghubungi Kabag Umum namun sayang kontaknya di luar jangkauan. Hingga jam 9 pagi tadi terpaksa kami carter speed penumpang,” ungkap Aul kepada tandaseru.com.

Gagal mendapatkan speedboat Pemda, Wabup yang mengalami gejala Covid-19 berupa batuk dan lemas itu terpaksa dirujuk lewat Tobelo, Halmahera Utara.

Dari Daruba, Morotai, Wabup diseberangkan ke Tobelo. Lalu dilanjutkan perjalanan darat Tobelo-Sofifi kurang lebih 3 jam. Setibanya di Sofifi, Wabup kembali diseberangkan ke Ternate selama 1 jam pelayaran.

Kabag Umum Morotai Iwan Karim saat dikonfirmasi lewat sambungan telepon hanya memberikan pernyataan singkat.

“Orang ada di luar daerah kong telepon tara berenti,” ucapnya sembari memutuskan sambungan telepon.