Tandaseru — Anggota DPRD Provinsi Maluku Utara, Meri Popala, mendapatkan apresiasi dari masyarakat pada agenda reses yang bertujuan menyerap aspirasi dan usulan di Kecamatan Ibu, Halmahera Barat, Sabtu (4/10/2025).
Apresiasi yang disampaikan masyarakat ini lantaran baru pertama kali anggota DPRD melaksanakan reses di Halbar dengan mendatangkan pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk mendengarkan langsung keluhan dan usulan warga. Pimpinan OPD terkait yang hadir di antaranya kepala Dinas Dukcapil Halmahera Barat, kadis Perkim-DLH, dan kepala Dinas Sosial.
“Saya mengapresiasi ibu dewan provinsi karena sudah menggandeng OPD terkait hadir bertemu langsung dengan masyarakat untuk mendengarkan persoalan yang terjadi di tiap-tiap desa,” ungkap salah satu perwakilan masyarakat desa Tongute Goin di sesi tanya jawab.
Sementara Meri Popala menjelaskan, tujuannya mengundang OPD agar masyarakat bisa menyampaikan persoalan dan kebutuhan mendesak secara langasung pada OPD tertaik.
“Kita juga membutuhkan konektifitas data, usulan yang disampaikan oleh masyarakat kita memilah mana yang ke provinsi, mana di kabupaten, dan mana yang bisa diakomodir menggunakan anggaran dana desa,” ucapnya.
“Tujuan menghadirkan OPD agar OPD terkait mendengarkan secara langsung sekaligus memberikan solusi dan menindaklanjuti harapan dan aspirasi masyarakat,” pungkas Ketua Fraksi Demokrat Provinsi itu.
Berikut poin-poin aspirasi yang disampaikan oleh warga kecamatan Ibu:
1. Pembangunan Talud di Desa Kie Ici: Warga mengusulkan pembangunan talud penahan tanah guna mencegah longsor dan melindungi pemukiman di sekitar area rawan bencana.
2. Peningkatan Infrastruktur Jalan: Diharapkan adanya perbaikan dan peningkatan kualitas jalan antar desa untuk memperlancar mobilitas masyarakat serta distribusi hasil pertanian.
3. Peningkatan Layanan Administrasi Kependudukan (Disdukcapil): Perlu penambahan fasilitas dan tenaga pelayanan untuk pembuatan dokumen kependudukan. Terdapat kendala konektivitas data antara sistem di tingkat desa, kecamatan, dan kabupaten yang berdampak pada lambatnya pelayanan. Warga berharap adanya integrasi data antar instansi seperti Disdukcapil, Disperkim-LH, dan Dinas Sosial agar pelayanan publik lebih efektif.
4. Pelayanan Kesehatan: Masyarakat berharap peningkatan fasilitas kesehatan, ketersediaan tenaga medis, serta layanan yang menjangkau seluruh desa di wilayah Kecamatan Ibu.
5. Kesejahteraan Operator Desa: Operator desa mengharapkan perhatian dari pemerintah daerah terkait kesejahteraan dan peningkatan kapasitas kerja, mengingat peran strategis mereka dalam administrasi pemerintahan desa.
6. Pengembangan Produk Lokal – Salak Tongute Goin: Produk salak khas daerah diharapkan mendapatkan dukungan dalam hal pengemasan, branding, dan pemasaran hingga tingkat nasional sebagai upaya penguatan UMKM lokal.
7. Ketersediaan Air dan Irigasi Pertanian: Petani di Desa Togola Wayoli dan Togola Sanger membutuhkan sistem irigasi yang memadai untuk mendukung keberlanjutan usaha tani sawah.
8. Pengelolaan Sampah dan Sosialisasi Bank Sampah: Warga mengusulkan adanya sosialisasi dan pembentukan Bank Sampah untuk pengelolaan sampah organik dan nonorganik secara berkelanjutan, bukan sekadar kampanye seremonial.
9. Perbaikan Gedung Pertemuan Kecamatan Ibu Tengah: Gedung pertemuan yang sering digunakan untuk kegiatan masyarakat lintas desa perlu segera direnovasi agar lebih layak dan aman digunakan.
10. Penambahan Tempat Sampah di Pasar Sentral Ibu Tongute Ternate: Minimnya fasilitas tempat sampah di kawasan pasar berdampak pada kebersihan lingkungan. Diharapkan ada penambahan sarana pendukung kebersihan di area pasar.
11. Pemerataan Bantuan Sosial: Warga berharap penyaluran bantuan sosial dilakukan secara objektif dan transparan untuk menghindari kecemburuan sosial serta menjaga keharmonisan antarwarga.
12.


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.