Tandaseru — Ketua DPD Partai Golongan Karya (Golkar) Kabupaten Halmahera Timur (Haltim) Anjas Taher yang juga calon kuat ketua DPD Golkar Provinsi Maluku Utara menegaskan bahwa Partai Golkar bukan warisan keluarga. Penegasan Anjas tersebut buntut dari responnya atas isu yang berkembang adanya ketersinggungan pimpinan DPD I partai Golkar Alien Mus atas manuver 9 pimpinan DPD II yang mendukung dirinya menjadi ketua Golkar Provinsi Maluku Utara.

Kepada awak media, Anjas menegaskan bahwa ketua DPD I Golkar Alien Mus maupun pengusungnya tidak berhak tersinggung atas sikap 9 pimpinan DPD II Golkar yang mendukung dirinya dalam bursa pencalonan ketua Golkar Provinsi Maluku Utara. Pasalnya, pengurus DPD II memiliki wilayah otonom tersendiri yang tidak bisa diintervensi secara politik.

“DPD II memang di-SK-kan oleh DPD I tetapi mereka tidak punya hak tersinggung karena masing-masing baik DPD I maupun DPD II punya wilayah otonom tersendiri. Masak politisi tersinggung? Ini bukan tersinggung tetapi dia takut kehilangan dukungan saja,” ujar Anjas, Selasa (16/9/2025).

Menurutnya, kepengurusan DPD I Golkar harusnya telah berkahir pada 27 April 2025 kemarin, namun ada perpanjangan dari DPP Golkar dimana masa periodesasi DPD I akan berakhir setelah penetapan jadwal Musda Golkar Provinsi.

“Jadi sampai DPP menetapkan jadwal Musda maka secara otomatis kepengurusan DPD I juga berakhir secara otomatis,” katanya.

Anjas yang juga Wakil Bupati Halmahera Timur itu menambahkan, Partai Golkar bukanlah partai warisan. Apalagi kepemimpinan Alien Mus sudah dua periode dan secara organisasi tidak lagi bisa mencalonkan diri sebagai ketua Golkar tanpa adanya diskresi dari DPP.

“Ini kan sudah dua kali menjabat. Harusnya ketua DPD juga rasa dirilah, ini partai publik dan terbuka, jadi harus rasa diri karena partai ini bukan partai warisan. Kalau mau menjabat lagi apa sih tujuannya?” ujarnya mempertanyakan.

Dirinya mengaku tahu persis ketakutan ketua DPD I memiliki tendensi tersendiri, sebab adanya perubahan sistem politik saat ini yang memungkinkan ketua DPD I bisa melanggengkan kekuasaan politiknya dengan memanfaatkan perubahan sistem politik saat ini.

“Karena adanya perubahan rezim pemilu ini posisi partai sangat penting. Itu sebabnya siapa yang jadi ketua partai pasti ingin terus berkuasa, karena kalau pemilu 2029 dia bisa calon pusat, 2031 bisa calon di daerah bahkan kalau wacana pemilihan gubernur dipilih DPR dia bisa memanfaatkan peluang itu. Makanya saya tegaskan lagi bukan tersinggung tetapi takut kehilangan dukungan,” terang Anjas.

Ditanyai kesiapannya dalam pencalonan ketua DPD I Golkar Maluku Utara, Anjas mengatakan selaku kader partai wajib hukumnya siap jika dipercayakan untuk memimpin partai beringin tersebut.

“Kalau ditanya kesiapan, saya sangat siap, karena kita ini kader. Apalagi saat ini 9 DPD II mengusulkan saya secara bulat, sehingga kalau dipercayakan harus siap. Untuk proses ini kita tunggu keputusan DPP karena sampai saat ini DPP belum mengeluarkan jadwal Musda,” pungkas Anjas.

Ika Fuji Rahayu
Editor
Hasrul Rao
Reporter