Tandaseru — Sisa material proyek pembangunan trotoar di sepanjang Jl. Ahmad Yani, kota Ternate, Maluku Utara, masih terlihat berserakan dan belum dibersihkan hingga kini. Kondisi ini menjadi sorotan masyarakat karena dinilai membahayakan keselamatan pengguna jalan, baik pengendara roda dua, roda empat, maupun pejalan kaki.

Pantauan di lapangan pada Sabtu (31/5/2025), tumpukan batu dan potongan beton dari proyek yang telah dikerjakan beberapa bulan lalu tampak memenuhi bahu jalan tanpa adanya tanda pengaman atau pembatas. Minimnya pencahayaan di malam hari semakin memperbesar risiko kecelakaan.

“Mestinya sudah lama dibersihkan. Ini bisa membahayakan, apalagi kalau malam. Banyak pengendara yang tidak sempat menghindar,” ujar Riko, salah satu warga.

Warga juga mengungkapkan kekhawatiran lain, yakni potensi penyalahgunaan material tersebut oleh pihak tidak bertanggung jawab untuk melakukan tindakan kriminal, seperti pelemparan atau pemblokiran jalan.

Situasi ini memunculkan pertanyaan serius terhadap keseriusan instansi terkait dalam menuntaskan proyek pembangunan tersebut. Alih-alih memberikan manfaat, proyek ini justru menyisakan masalah yang membahayakan masyarakat.

“Kalau proyek selesai, ya mestinya dibersihkan tuntas. Jangan dibiarkan begini. Ini kota, bukan tempat buang sampah proyek,” tambah Riko dengan nada kesal.

Warga berharap pemerintah kota, terutama dinas teknis yang menangani proyek trotoar, segera mengambil langkah konkrit membersihkan sisa-sisa material. Respons cepat dinilai penting demi keselamatan dan kenyamanan warga yang melintasi jalur tersebut setiap hari.

Ika Fuji Rahayu
Editor
Reporter