Tandaseru — Bupati Halmahera Timur, Maluku Utara, menyampaikan pidato perdana pada paripurna DPRD pasca dilantik oleh Presiden RI Prabowo Subianto di Istana Negara pada 20 Februari 2025 lalu. Bersama wakilnya Anjas Taher, Ubaid kini kembali bertugas di periode kedua setelah mengikuti retret kepala daerah di Magelang, Jawa Tengah.

Dalam pidatonya, Bupati Ubaid menyampaikan terima kasih kepada seluruh masyarakat yang mendukungnya melanjutkan estafet kepemimpinan periode kedua. Menurut Ubaid, amanat yang diberikan merupakan tugas berat yang dijalankan dia bersama wakilnya.

“Saya menyadari amanat yang diemban ini bukanlah tugas yang mudah. Dukungan dari seluruh stakeholder dan doa dari seluruh masyarakat saya yakin dan percaya kami bisa jalankan tugas ini dengan sebaik-baiknya,” kata Bupati Ubaid pada rapat paripurna istimewa pidato perdana bupati Halmahera Timur periode 2025-2030 di ruang paripurna DPRD setempat, Kamis (6/3/2025).

Ubaid menyatakan, target pembangunan lima tahun ke depan pada periode kedua diselaraskan dengan visinya yaitu Halmahera Timur berbenah menuju transformasi berkemajuan. Selain itu, tak keluar dari misinya yang disampaikan saat kampanye pilkada lalu.

Politikus partai besutan Prabowo Subianto tersebut menyebutkan ada lima poin penting yang akan dieksekusi pada periode kedua menjadi titik fokus. Pertama, mewujudkan terpenuhinya SDM Halmahera Timur. Kedua, mewujudkan penguatan fiskal daerah melalui pemanfaatan sumber daya alam untuk mendorong produktivitas ekonomi kerakyatan.

“Ketiga, mewujudkan peningkatan tata kelola birokrasi pemerintahan daerah serta hukum yang bersifat aspiratif, inovatif, dan transformatif. Keempat, memperkuat ketahanan sosial-budaya, kearifan lokal dan pelestarian lingkungan hidup yang berkelanjutan. Kelima, mewujudkan pengembangan infrastruktur dasar, konektivitas dan aksesbilitas antar wilayah secara merata dan berkualitas,” paparnya.

Kelima poin tersebut akan didorong untuk peningkatan pertumbuhan ekonomi dan peningkatan pembangunan konektivitas antarwilayah. Ubaid menyebutkan, upaya peningkatan pembangunan pada periode pertama sudah berimplikasi positif terhadap pertumbuhan ekonomi dan penurunan prevalensi angka kemiskinan, termasuk pengangguran yang turun menjadi 4 persen.

“Pembangunan ekonomi merupakan sebuah proses untuk meningkatkan masyarakat secara keseluruhan melalui struktur ekonomi dan sosial. Indikator makro PDRB di 2020 pertumbuhan ekonomi hanya 1,18 persen tapi di 2023 sudah mengalami pertumbuhan 5,26 persen. Pertumbuhan ini paling tidak telah memberikan implikasi kemiskinan di 2022 dari 13 persen turun menjadi 12 persen lebih. Selain kemiskinan, tingkat pengangguran kita sudah mulai menurun
dari 5 menjadi 4 persen,” jelasnya.

“Juga berimplikasi pada kualitas SDM. Pada 2022 hanya 66 persen dan saat ini naik menjadi 67 persen. Di misi kelima soal infrastruktur pada periode pertama selama 3 tahun kami telah menuntaskan jalan lingkar Halmahera Timur, sehingga berdasarkan indeks konektifitas wilayah, dalam kurun waktu 3 tahun sudah mencapai 0,93 persen sehingga kurang lebih 0,7 persen. Apabila semuanya sudah terurai maka seluruh akses internal maupun eksternal di Halmahera Timur sudah bisa terselesaikan. Ke depan, hanya fokus peningkatan jalan dan jembatan saja,” tandasnya.

Ika Fuji Rahayu
Editor
Tandaseru
Reporter