“Bagaimana bisa Siti Khadijah yang merupakan wanita salehah yang beriman kepada Allah SWT dan disucikan, bisa disamakan dengan Sherly yang belum beriman kepada Allah,” ujar Saleh.
“Anggaplah orang yang bilang itu sinting dan tidak normal, tetapi sudah melecehkan agama Islam jadi harus diproses secara hukum. Aparat kepolisian tidak boleh membiarkan hal ini,” imbuhnya.
Sementara aktivis dan politisi muda islam Alwan Tidoy mengecam keras tindakan pendukung paslon nomor 4 Sherly Tjoanda-Sarbin Sehe yang dinilainya sudah melebihi batas.
“Saya mengecam keras sikap ibu-ibu pendukung Sherly yang menyejajarkan dia dengan istri Rasulullah SAW. Ini perkatan yang sangat hina,” tegas dia.
Alwan menilai tindakan ini telah masuk delik penghinaan dan penistaan agama Islam, sehingga harus diproses hukum.
“Ini sudah masuk kategori penghinaan istri Rasulullah dan penodaan terhadap agama Islam. Menyejajarkan istri nabi dengan perempuan yang bukan Islam adalah perbuatan nista,” tukasnya.
Sebelumnya, sebuah akun Facebook bernama Bernato Liandro mengunggah foto Sherly dengan istri Sultan Ternate dan menuliskan caption “Sherly itu kan janda, janda itu suci. Jadi ibu-ibu semalam di amara bilang ibu sherly seperti hadija istri nabi. Hadija maluku utara.”
Unggahan itu memicu gelombang kemarahan umat Islam di Malut yang menilai unggahan tersebut melecehkan salah satu tokoh panutan umat. Apalagi Sherly sendiri merupakan non muslim.


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.