Dengan misi ini, pasangan Muhammad Kasuba dan Basri Salama berharap dapat menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih baik dan sejahtera di Maluku Utara. Mereka bertekad untuk menjadikan kesejahteraan guru honorer sebagai prioritas, sebagai bagian dari visi besar untuk memajukan pendidikan dan pembangunan sumber daya manusia di provinsi ini.
Pada tahun 2024, Pemerintah Provinsi Maluku Utara mengalokasikan sekitar Rp 30 miliar dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk membayar gaji bagi 1.652 guru honorer di 10 kabupaten/kota. Kebijakan ini bertujuan mengatasi keterlambatan gaji yang sebelumnya terjadi, dengan harapan gaji para guru honorer dapat dibayar tepat waktu di masa depan, demi mendukung kelancaran tugas mereka dalam sektor pendidikan.
“Masalah pertama yang akan saya dengan ustaz Muhammad fokus selesaikan masalah keterlambatan gaji teman-teman guru honorer yang sering terlambat akan dibayar tepat waktu. Sebelumnya hanya Rp 30 miliar kita akan dorong naik ke Rp 50 miliar agar jaminan kesehatan buat mereka terpenuhi,” tandas Basri.


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.