Sementara Deddy Tjaja ketika dikonfirmasi soal keluhan nasabah menjelaskan persoalan tersebut karena adanya permasalahan di lapangan.

“Yang intinya kami meminta ke nasabah untuk tetap bersabar. Karena skema penarikannya dimulai dari nasabah menulis berapa yang mau ditarik kemudian kami melakukan penagihan di lapangan dan hasilnya kami serahkan ke nasabah, di sinilah jadi persoalan. Sebab, penagihan di lapangan juga belum mendapatkan hasil maksimal dikarenakan anggota atau nasabah membayar kredit mereka juga tidak maksimal,” jelas Deddy.

Deddy menyebutkan, kondisi di lapangan juga disebabkan faktor ekonomi nasabah yang kurang baik sehingga hasil penagihan pun tidak maksimal.

“Walapun demikian kami juga berupaya selesaikan kredit macet itu lewat pengadilan. Ada beberapa berkas yang sampai saat ini sudah sampai pada tahap eksekusi jaminan oleh pengadilan. Jadi pelayanan penarikan uang nasabah tetap kami layani tapi memang belum maksimal,” tandasnya.