MK dan Basri yang diwawancarai usai pleno mengungkapkan, tidak ada yang kebetulan dalam perolehan nomor urut 3 itu. Menurut MK, angka 3 yang diperoleh MK-BISA dan Bassam-Helmi menunjukkan keduanya merupakan paket utuh.

“Paket lengkap sekali jalan, provinsi dan kabupaten. Yang kedua, saya rasa kita menuju kepada upaya menegakkan pemerintahan yang bersih, profesional, dan peduli. Jadi bagi kami angka 3 itu sakral, sehingga kami ingin memastikan dapat angka 3,” tuturnya.

MK tak menampik dua periode pemerintahan yang dijalankan kakaknya Abdul Gani Kasuba (AGK) ada sisi lebih dan kurangnya. Baginya, yang lebih harus diakui dan yang kurang harus dibenahi.

“Karena itu kita ingin melakukan tiga hal itu. Menertibkan seluruh hal yang terkait dengan pemerintahan, birokrasi. Yang kedua, setelah tertib kita tentu kita akan melakukan upaya untuk menerapkan pemerintahan yang bersih. Kalau sudah tertib dan bersih, maka akan menciptakan keindahan, sebagai simbol kesejahteraan, di mana Maluku Utara sampai pada titik yang kita idam-idamkan,” papar mantan bupati Halmahera Selatan itu.

“Pembangunan harus berkelanjutan. Yang kurang-kurang (di periode sebelumnya), kita yang bertanggungjawab untuk melakukan pembenahan. Yang sudah baik, kita tidak bisa pungkiri, apapun itu pasti banyak yang baik. Yang baik itu yang akan kita lanjut untuk mengoptimalkan dan merevitalisasi agar bisa lebih bermanfaat,” tukas MK.

Sementara Basri Salama menambahkan, sebelum bertolak ke kantor KPU, usai salat Zuhur ia didatangi seorang pria dengan kondisi penglihatan kurang. Kepada Basri, pria tersebut mengatakan MK-BISA akan mendapat nomor urut 3.

“Paginya saya sudah kasih tahu juga ke Iksan Subur, sebentar jam 2 kita nomor 3. Alhamdulillah, dengan izin Allah, lewat orang yang punya kekurangan kita dikasih tahu dapat nomor 3. Jadi saya kira ada tanda-tanda baik di pasangan ini ke depan,” tandasnya.