Fandi memaparkan, Laskar Millenial merupakan perkumpulan pemuda di Kepulauan Sula yang di dalamnya merupakan para mahasiswa dan aktivis muda. Dari modal itulah ungkap Fandi, Laskar Millenial akan sukses mengantarkan MK-BISA memimpin Malut.

Fandi berharap kepada MK-BISA, jika nantinya terpilih untuk memimpin Malut ke depan harus menunjukan political will untuk mewujudkan kebijakan-kebijakan yang pro rakyat miskin.

“Formulasi dan alokasi APBD dapat lebih fokus untuk program-program dan agenda pengentasan kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, meningkatkan alokasi belanja publik seperti program pendidikan, kesehatan, peningkatan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat serta peningkatan pembangunan infrastruktur untuk fasilitas-fasilitas publik lainnya,” paparnya.

Fandi menyatakan, Maluku Utara mempunyai potensi sumber daya alam yang bisa diandalkan untuk peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), hanya saja selama ini semua potensi yang ada terkesan kurang mendapatkan perhatian serius dari pemerintah, sehingga potensi tersebut tidak dikelola secara profesional. Hal ini disebabkan kurangnya partisipasi dan tidak dilibatnya kalangan akademisi maupun profesional dalam membedah dan menformulasikan kebijakan-kebijakan dalam membangun potensi yang dapat dijadikan peningkatan pendapatan daerah.

Menurut dia, banyak peluang untuk peningkatan basis ekonomi masyarakat, mulai dari sektor pertanian, pemanfaatan sumber kelautan, pengelolaan dan pemanfaatan sumber potensi wisata, hingga peningkatan sektor perkebunan dan kehutanan.

“Jika saja semua potensi yang tersedia tersebutdapat dikelola dengan baik dan profesional maka secara perlahan penanganan dapat dikelola dengan baik serta profesional, maka secara perlahan penanganan masalah kemiskinan akan dapat teratasi,” pungkasnya.