Jufri memaparkan, tingkat elektabilitas HAS-ARI mencapai 42,7%. Menyusul di belakangnya adalah pasangan Benny Laos – Sarbin Sehe (BL-SAH), yang didukung oleh koalisi Partai Nasdem, PPP, Partai Demokrat, PKB, PAN, Partai Gelora, PSI, serta Partai Buruh dengan elektabilitas sebesar 39,5%. Selisih elektabilitas kedua calon ini sangat tipis, yakni hanya 3,2 persen.

Di posisi ketiga, terdapat pasangan Aliong Mus – Sahril Taher (AM-SAH), yang didukung oleh Partai Gerindra, Partai Golkar, Partai Perindo, Partai Garuda dan Partai Bulan Bintang, dengan elektabilitas sebesar 9,3%. Sementara adik dari mantan Gubernur Maluku Utara, yakni Muhammad Kasuba – Basri Salama (MK-BISA), yang didukung oleh PKS dan Partai Hanura, memperoleh 4,8% dukungan.

“Adapun 3,7% pemilih masih belum menentukan pilihan, menjadi sasaran potensial bagi setiap pasangan calon dalam sisa waktu kampanye ke depan,” papar Jufri.

Survei ini mencerminkan dinamika politik yang terus berkembang menjelang Pilkada Maluku Utara 2024.

“Persaingan antara Sultan-Asrul dan Benny Laos-Sarbin diprediksi akan semakin memanas hingga hari pemilihan,” tandas Jufri.