Tandaseru — Ketua DPD Partai Amanat Nasional (PAN) Pulau Morotai, Maluku Utara, Fadli Djaguna, menyatakan mundur dari jabatannya. Sikap ini disampaikan Fadli dalam deklarasi pasangan calon kepala daerah Morotai, Rusli Sibua-Rio Christian Pawane.

Fadli mundur lantaran DPP PAN mengusung Deny Garuda-Qubais Baba sebagai cabup-cawabup di Pilkada Morotai. Sementara anggota DPRD Morotai itu sendiri memilih mendukung Rusli-Rio.

Fadli juga enggan menandatangani dokumen dukungan terhadap Deny-Qubais yang menyebabkan verifikasi berkas paslon itu di KPU sempat molor.

Dalam orasinya politik, Fadli menyatakan sikapnya mendukung Rusli-Rio demi menyelamatkan masyarakat dari kondisi ekonomi Morotai 5 tahun belakangan yang karut-marut. Untuk menjawab persoalan itu, ia menyatakan solusinya adalah Morotai harus dipimpin Rusli dan Rio.

“Saya satu-satunya orang yang meninggalkan Partai Amanat Nasional yang tidak mau saya tanda tangan di pendaftaran Deny Garuda-Qubais Baba kemarin. Itu karena apa? Orang morotai harus sadar dengan kondisi Morotai saat ini,” ujarnya, Rabu (28/8/2024).

Di depan ribuan pendukung Rusli-Rio, Fadli mengaku di bawah kepemimpinan bupati sebelumnya, ia bertengkar habis-habisan karena kebijakan pemda dinilai tidak berpihak pada kepentingan masyarakat.