Dusun Waifufa sendiri memiliki potensi 50 pelanggan, yang mana masyarakat berprofesi sebagai petani dan peternak. Di antaranya pertanian cabai, kol, sawi, buah naga, bawang merah, dan peternakan sapi serta kambing.
Awat berharap, ke depan program Electrifying Agriculture, PLN bisa semakin masif menyasar petani, baik di Maluku maupun Maluku Utara dalam upaya peningkatan hasil panen. Hal ini karena antusiasme petani dalam program ini sangat tinggi.
“Semoga semangat para petani dan peternak ini bisa menyebar ke masyarakat lainnya di wilayah kerja kami. Sehingga kemajuan ekonomi bisa dirasakan merata,” harap Awat.
Sejalan dengan hal itu, Manager ULP Bula, Risdam Ridwan menuturkan bahwa dengan masuknya aliran listrik pada kawasan pertanian dan peternakan di Dusun Waifufa, diharapkan dapat mendorong pemanfaatan teknologi guna meningkatkan produktivitas petani dan peternak.
“Program ini menyasar petani dan peternak yang sebelumnya menggunakan genset dengan biaya lebih mahal karena gunakan BBM, kini dengan adanya listrik biaya produksi akan lebih murah serta lebih hemat,” ungkapnya.


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.