“Ini adalah tanggung jawab kita bersama untuk membuat generasi anak bangsa kita selalu sehat dan bebas dari penyakit. Polio dapat menyebabkan kelumpuhan permanen dan bahkan kematian. Melalui imunisasi, kita dapat mencegah penyebaran virus ini,” kata dia.
Berdasarkan catatan Dinkes, jumlah anak di Maluku Utara yang tidak mendapatkan imunisasi lengkap di tahun 2023 sebanyak 9.305 anak. Sementara yang sudah mendapatkan imunisasi lengkap mencapai 14.212 dari total sasaran 23.517 anak.
“Ada ribuan anak yang belum mendapatkan imunisasi sama sekali. Ini adalah ancaman besar, karena rentan terhadap masalah kesehatan seperti polio, hepatitis, dan campak, termasuk tetanus dan lain sebagainya,” ujarnya.
Ia memaparkan, jika di usia dini seorang anak terserang penyakit campak dan tidak pernah diimunisasi, maka hal tersebut bisa mengganggu kemampuan otak anak saat berada di tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP).
“Imunisasi adalah hak warga negara, dan menjadi kewajiban bagi negara dalam mewujudkan jaminan kesehatan. Vaksin polio yang digunakan aman dan telah terbukti efektif dalam mencegah polio. Imunisasi ini telah berhasil memberantas polio di banyak negara dan kita bisa mencapai hasil yang sama di sini,” imbuhnya.
Kepala Dinas Kesehatan Maluku Utara dr. Idhar Sidi Umar menyatakan, vaksin polio ini akan diberikan dalam dua dosis. Dosis pertama diberikan sepanjang 23 sampai 29 Juli 2024. Lalu dilakukan sweeping dosis pertama pada 30 Juli sampai 3 Agustus.
“Lalu pemberian dosis kedua 6 sampai 12 Agustus, dan sweeping dosis kedua 13 sampai 17 Agustus 2024,” jelas Idhar.
Idhar juga berharap media massa menyebarkan informasi yang akurat soal imunisasi polio dan membantu menangkal peredaran hoaks tentang imunisasi. Dengan begitu, tidak akan timbul ketakutan bagi orang tua untuk mengimunisasi anaknya.
“Sebab jika anak tidak diimunisasi justru potensi ia terserang penyakit berbahaya lebih tinggi. Jangan sampai anak sudah kena penyakit berbahaya baru kita menyesal, sudah terlambat itu,” tandasnya.



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.