Sekilas Info

Kejati Koordinasi ke BPK RI soal Dugaan Korupsi Penggunaan Pinjaman Pemda Halmahera Barat

Richard Sinaga. (Tandaseru/Yasim Mujair)

Tandaseru -- Tim penyidik Kejaksaan Tinggi Maluku Utara telah berkoordinasi ke BPK RI terkait kasus dugaan korupsi penggunaan pinjaman Pemda Halmahera Barat senilai Rp 159 miliar melalui Bank Maluku-Malut tahun 2018.

"Jadi tim sudah melakukan koordinasi dengan BPK, sehingga kita sekarang tinggal dan melengkapi dokumen yang dimintakan oleh BPK," kata Kasi Penkum Kejati Richard Sinaga, Selasa (9/7/2024).

Ia menambahkan, setelah dilakukan koordinasi ada beberapa data dan dokumen yang harus disiapkan. Menurutnya, itu sudah memenuhi semua.

"Mudah-mudahan dalam waktu dekat hasil audit dari BPK ini sudah keluar sehingga kita langsung lakukan ekspos siapa yang akan bertanggungjawab atas nilai kerugian tersebut," tandasnya.

Sekadar diketahui, kasus tersebut resmi ditingkatkan dari penyelidikan ke penyidikan beberapa waktu lalu.

Penulis: Yasim Mujair
Editor: Ika Fuji Rahayu