“Lalu 1 pucuk senapan merk Steyr, kaliber 6.5 mm, nomor pabrik G-5216/5486. 1 pucuk senapan merk Bruno, kaliber 12/7X57 mm, nomor pabrik 417267-203151. 1 pucuk senapan merk Hamalex, kaliber 12 GA. Serta 1 pucuk senapan merk Browning, kaliber 16 GA, nomor pabrik Y.1145,” terangnya.
Selain itu, 1 buah buku kepemilikan senjata api nomor 44/K/VI/1999 tanggal 20 April 1999 atas nama Benny Tendean yang dikeluarkan oleh Polda Maluku, 1 buku kepemilikan senjata api nomor BPSA/ MLU-07-A/IV/2021 tanggal 26 April 2021 atas nama Hamid Sehe yang dikeluarkan Kabaintelkam Mabes Polri, 1 buku kepemilikan senjata api nomor BPSA/ MLU-03-A/IV/2021 tanggal 26 April 2021 atas nama Hamid Sehe yang dikeluarkan Kabaintelkam Mabes Polri, 1 buku kepemilikan senjata api nomor BPSA/ MLU-04-A/IV/2021 tanggal 26 April 2021 atas nama Hamid Sehe yang dikeluarkan Kabaintelkam Mabes Polri, dan 1 buku kepemilikan senjata api nomor BPSA/ MLU-06-A/IV/2021 tanggal 26 April 2021 atas nama Hamid Sehe yang dikeluarkan Kabaintelkam Mabes Polri.
“17 butir amunisi/peluru senpi Winchester kaliber 7,9 mm, 1 butir amunisi/peluru senpi Steyr kaliber 7,9 mm, 2 butir amunisi/peluru senpi Kirov kaliber 7 x 57 mm modifikasi untuk dipakai di senpi Bruno, 1 butir amunisi/peluru senpi Bruno kaliber 12 GA, 4 butir amunisi/peluru senpi Bruno kaliber 12 GA, 1 butir amunisi/peluru senpi Browning kaliber 16 GA, 1 butir amunisi/peluru senpi Browning kaliber 16 GA modifikasi, 1 buah kartu tanda anggota Pengurus Besar Perbakin dengan nomor 0057/29/B/2012 atas nama Hamid Sehe, 1 buah kartu tanda anggota Spera Shooting Club dengan nomor 1013/9-59/SSC-02/02-15 atas nama Hamid Sehe, 5 butir amunisi/peluru senpi Bruno kaliber 7 X 57 mm, 5 butir amunisi/peluru senpi Bruno kaliber 12 GA, 5 butir amunisi/peluru senpi Kirov kaliber 7 X 57 mm modifikasi untuk dipakai di senpi Bruno,” beber Matheos.
“Jadi seluruh senjata api lengkap dengan 40 butir amunisi telah diserahkan ke ahli warisnya,” pungkasnya.


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.