“Jadi mereka ini memang tidak jelas. Padahal keputusan yang diambil harus sesuai prosedur, jangan seperti itu. Jadi semestinya keputusan yang tidak sesuai prosedur harus dibatalkan,”sesalnya.

Protes juga dilayangkan peserta seleksi PPS Sabatai Tua, Jusman Haer.

“Saya daftar PPS Sabatai Tua. Ikut tahapan tes tertulis, alhamdulillah lolos peringkat 3,” ucap Jusman.

Menurut Jusman, ia lolos dan mendapatkan urutan 3 tes wawancara.

“Tapi anehnya keterangan saya punya hasil itu sudah ditukar dengan nama perempuan, tapi keterangan tabelnya laki-laki. Dan nomornya itu saya punya nomor tes,” akunya.

Ia pun mengonfirmasi ke PPK yang beralasan PPK hanya melakukan wawancara dan hasilnya diserahkan ke KPU. Jusman lantas mendatangi kantor KPU.

“Saya konfirmasi, mereka beralasan tarikan data dari aplikasi Siakba, karena jaringan kurang bagus jadinya begitu. Saya ini juga operator aplikasi. Setahu saya kalau sinyal kurang bagus pasti tidak bisa buka aplikasi. Tidak mungkin aplikasi keluarkan hasil orang lain, nomor orang lain, apalagi jenis kelamin lain,” tegasnya.