Direktur PT Kurnia Bacan Indah ini mengaku menaruh keprihatinan terhadap pudarnya nilai-nilai kearifan lokal yang harusnya menjadi tanggung jawab semua pihak.

Suasana launching lagu Dendang Halsel di Stereck Coffee Bacan.(Istimewa)

Menurut dia, upaya yang paling efektif membangun kebudayaan, termasuk kopi budaya adalah pihak yang berada dalam sistem pemerintahan.

“Tetapi secara pribadi, mau ’berjodoh’ atau belum, sebagai putra daerah saya tetap berkomitmen mendorong pemajuan kebudayaan terutama terkait dengan adat Kesultanan Bacan,” jelas dia.

Cucu dari Mufti Kesultanan Bacan di masa Sultan Oesman Sjah ini berharap semua pihak dapat membangun komitmen untuk memajukan Halmahera Selatan, tidak saja dengan mengelola sumber daya alam namun juga segala potensi kebudayaan yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui sektor pariwisata.

Disamping itu, Bib Aa juga merasa terpanggil untuk mendorong kemajuan pendidikan melalui penguatan lembaga pendidikan.

“Kita perlu memperkuat lembaga pendidikan terutama swasta seperti lembaga pendidikan Al-khaeraat di Halsel. Memang di beberapa wilayah sudah ada lembaga Al-khaeraat dari jenjang ibtidaiyah hingga aliyah. Namun di Maluku Utara belum sampai pada jenjang pendidikan tinggi. seyogyanya lembaga itu ada di Halsel,” timpalnya.

Terkait misi kebudayaan, Bib Aa secara khusus juga berdialog dengan kelompok entitas yang merupakan bagian tak terpisahkan dengan masyarakat adat Bacan.