Tandaseru — Ratusan warga yang tergabung dalam Aliansi Pemuda Desa Mamuya (APDM), Kecamatan Galela, Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, menggelar aksi unjuk rasa dengan memboikot jalan raya, Rabu (8/5) pagi.

Aksi boikot jalan yang menghubungkan Kecamatan Galela dan Kecamatan Tobelo ini, mengakibatkan aktivitas perhubungan darat lumpuh. Ratusan kendaraan roda dua maupun roda empat tak diizinkan lewat kecuali bagi orang sakit dan pelajar.

Koordinator APDM, Nasrul Diadi mengatakan, aksi yang dilakukan warga ini dipicu masalah buruknya pengelolaan objek wisata pemandian air panas di Desa Mamuya oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Halmahera Utara.

“Wisata pemandian Air Panas Mamuya pada kenyataannya pengelolaan wisata oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Halmahera Utara tidak berdampak pada pembangunan desa maupun kesejahteraan masyarakat desa,” kata Nasrul.