Selama ini, lanjut dia, Halmahera Barat selalu mengimpor banyak produk pertanian dari luar daerah, seperti cabai, tomat, sayur-sayuran yang kebanyakan diimpor dari Sulawesi Utara. Padahal, Halmahera Barat memiliki potensi pertanian yang seharusnya dapat dimaksimalkan.

 

“Pekerjaan yang paling dominan di Halmahera Barat adalah petani. Tapi, tingkat pendapatan petani justru tergolong kecil,” kata dia.

 

Masalah ini menurut Julius, disebabkan oleh daya saing sumber daya manusia (SDM) petani di Halmahera Barat yang masih perlu ditingkatkan.

 

Selain itu, masalah lainnya yakni tidak adanya keberlanjutan dari program pemerintah ke petani.

 

“Kita dorong pertani, ekonomi petani untuk lebih mandiri yang memiliki daya saing dan harus berkelanjutan. Karena petani kita lebih banyak di Halbar jadi untuk mau kasih maju Halbar maka majukan petaninya,” timpal dia.