Maka dari itu, pergunakanlah hak pilih/suara kalian dengan sebaik-baiknya. Jangan termakan hasutan orang-orang yang mau membayar untuk memanfaatkan dirimu dengan hanya Rp 50 ribu, Rp 100 ribu, atau bahkan Rp 500 ribu. Kambing dan sapi di luar sana dihargai puluhan bahkan hingga ratusan juta. Masak keistimewaan dan harga diri kalian dihargai lebih rendah daripada kambing dan sapi. Pilihlah pemimpin yang menurut kalian pantas untuk memimpin, baik karena pengalamannya dalam memimpin, ataupun bukti nyata usahanya. Jangan mau dibodohi oleh iming-iming uang yang hanya berguna untuk kalian dalam waktu sesaat, bentuklah mentalitas yang anti money politics, dan menjunjung tinggi persaingan politik yang sehat. Jangan mengulangi kesalahan generasi sebelumnya yang sebagian dari mereka, memumpuk dengan baik mentalitas yang bobrok itu. sehingga terciptalah kebun korupsi yang subur dalam tubuh pemerintahan kita.
Bagi kita kaum muda Maluku Utara, sudah saatnya kita melangkah untuk memajukan daerah kita, mengembalikan era kejayaan kita, melepaskan diri dari rantai siklus yang selama ini mengikat kita. Langkah pertama yang bisa kita ambil saat ini adalah dengan memilih pemimpin baru negara kita, yang mana kemudian akan membantu dan mendukung kita dalam menyejahterakan dan memakmurkan masyarakat kita. Sekaligus memajukan Bumi Kieraha bersama dengan Indonesia ke depannya. Indikator kesejahteraan masyarakat yang kita tuju adalah, terbukanya akses pendidikan bagi semua warga, derajat kesehatan yang terjamin maupun pendapatan masyarakat yang cukup dan merata.
Demikian surat ini ditulis oleh seorang anak muda yang cinta akan daerah asalnya Maluku Utara, dan tempat tinggal yang ia sebut rumah, serta peduli dengan seluruh penghuninya. (*)
Serpong, Akhir Januari 2024
Ditulis di lantai dua perpustakaan MAN IC Serpong


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.