“So rindu pa dia. Kase berhenti oto dulu kah, Ko Uci (sapaan karib Rusli, red) kalau bisa capat pimpin Morotai sudah,” ucapnya.

Di Desa Wawama, mobil terhenti hampir 1 jam. Pasalnya, setiap 20 meter Rusli harus berhenti karena disambut warga dengan berbagai cara. Bahkan tarian Cakalele membuat jalanan macet.

“Tong datang dari (Kecamatan) Morselbar secara inisiatif. Intinya kerinduan yang harus kami tunjukkan kepada pak mantan bupati Rusli Sibua. Beliau sosok pemimpin yang kami alami adalah kesejahteraannya, tidak menderita,” ucap Marlina, warga Kecamatan Morotai Selatan Barat yang merupakan kecamatan terjauh dari pusat kota.

Sementara itu, Humas DPD PKS Morotai Syamsudin Moh Djen ketika dikonfirmasi menyampaikan, penyambutan rombongan hingga kegiatan berjalan lancar.

“Acara aman terkendali. Tapi kita tertahan 3 jam di jalan saat penjemputan karena permintaan warga. Mobil yang ditumpangi Pak Rusli Sibua dan rombongan Pak Sekjen DPP PKS dan wilayah berjalan pelan-pelan saja supaya warga bisa menyaksikan kedatangan Pak Rusli meski hanya dari atas mobil pikap saja,” tuturnya.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan substansi rangkaian kegiatan pembacaan naskah deklarasi bakal calon bupati Morotai.

“Ribuan warga memadati taman kota menyaksikan pembacaan naskah calon bupati Morotai Bapak Rusli Sibua tahun 2024 secara resmi, dan telah disaksikan warga Pulau Morotai menyambut dengan bahagia,” tandas Syamsudin.