Tandaseru — Kementerian Perdagangan Republik Indonesia melalui Direktorat Jenderal Ketahanan Perwilayahan dan Akses Industri Internasional menetapkan Provinsi Maluku Utara sebagai provinsi terbaik ketiga dalam kategori Wilayah Pusat Pertumbuhan Industri.

Demikian disampaikan Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita pada acara penganugerahan Apresiasi “Resilience and Sustainable Industry” di ballroom Hotel JS Luwansa, Senin (11/12).

Menteri Agus Gumiwang Kartasasmita dalam sambutannya menyebutkan, penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi atas kontribusi luar biasa para pelaku industri yang telah berdedikasi membangun industri nasional yang kuat dan berkelanjutan.

“Saya berharap para penerima penghargaan dapat menjadi inspirasi bagi banyak pihak. Dengan demikian, mereka akan lebih aktif dalam menerapkan kebijakan ketahanan dan menciptakan iklim usaha industri yang bertanggung jawab terhadap masyarakat luas,” tutur Agus.

Menteri bilang, praktik-praktik lingkungan, sosial, tata kelola perusahaan/environmental, social, governance (ESG) dalam pembangunan industri semakin diakui sebagai faktor kunci dalam mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan/Sustainable Development Goals (SDGs).

Sementara itu, Direktur Jenderal Ketahanan, Perwilayahan dan Akses Industri Internasional (KPAII) Kemenperin Eko SA Cahyanto mengatakan, penganugerahan Apresiasi Resilience and Sustainable Industry (ARSI) terdiri dari 13 kategori penghargaan. Adapun ketiga belas kategori tersebut antara lain, satu kategori Wilayah Pusat Pertumbuhan Industri, dua kategori Kawasan Peruntukan Industri, dua kategori Kawasan Industri Terbaik, dua kategori Pameran Internasional (Hannover Messe), dua kategori Pelaporan Emisi Wilayah Banten, DKI Jakarta dan Jawa Barat, dua kategori IOMKI, dan dua kategori Environmental, Social, and Governance (ESG).