Gunawan bilang, konflik ini dipicu oleh beberapa hal yang salah satunya adalah berita hoaks yang disebarkan melalui media.

Olehnya itu stakeholder diharapkan punya rasa tanggungjawab untuk bisa memproteksi berita-berita hoaks baik itu di media online atau media cetak yang tersebar.

“Ini yang harus kita lakukan secara intens, baik media siber atau media-media lain dan khususnya penyelenggara pemilu. Kita tidak bisa anggap hoaks ini hanya sesuatu yang sepele atau sesuatu yang sederhana, sebab khusus Maluku Utara berita hoaks ini paling cepat dia beredar,” pungkas dia.

Sekadar diketahui, FGD ini dibagi menjadi dua sesi dengan sesi kedua diisi oleh OKP Cipayung dan BEM universitas di Kota Ternate untuk membentuk Tim Cek Fakta.