Dari peristiwa ini DPP PDIP hendaknya belajar bahwa dalam mengelola partai harus jujur, fair, dan terbuka, serta tidak diskriminatif. Perlakuan istimewa kepada kader tertentu atas latar belakang dan pertimbangan apapun (terutama kekuasaan dan uang) tidak dibenarkan, sebab hal tersebut adalah diskriminasi. Kekuatan PDIP ada pada kesetiaan dan kesungguhannya mengurus rakyat, bukan karena kedekatannya dengan kekuasaan. Jika PDIP ingin menang hattrick Pemilu 2024 (Pileg dan Pilpres), maka PDIP harus move on, lupakan Jokowi dan keluarganya. Jika dengan Jokowi, PDIP pernah menang bersama, maka tanpa Jokowi juga PDIP pasti bisa menang. PDIP kembalilah menjadi partai wong cilik, yang sungguh- sungguh siap menangis dan tertawa bersama rakyat! (*)