Menurut dia, dengan adanya kerja kolaboratif dalam pengawasan maka pelanggaran dalam tahapan Pemilu 2024 dapat diminimalisir. Minimnya pelanggaran pun dimaknai sebagai indikator suksesnya penyelenggaraan Pemilu di suatu daerah.
Ia pun berharap, insan pers atau media dapat mengekspos informasi setiap kegiatan Bawaslu kepada masyarakat. Dengan begitu masyarakat pun bisa mengetahui dan memahami peran serta tugas Bawaslu dalam pengawasan tahapan Pemilu.
“Saya berharap teman-teman (pers) dapat memberitakan setiap penyelenggaraan pengawasan kita, baik itu di tingkat Panwascam maupun di tingkat pengawas desa kelurahan,” cetus dia.
Sementara itu, kegiatan rakor ini pun diisi oleh dua narasumber yang membawa materi tentang peran pers dalam Pemilu.
Dua narasumber itu yakni, Sekretaris Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Provinsi Maluku Utara, Firjal Usdek dan DR Isra Muksin dari kalangan akademisi yang juga jurnalis senior.


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.