“Di mana sumber pembiayaannya menggunakan pinjaman daerah melalui PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero),” katanya.

Ia bilang, menurut laporan yang diterima bahwa ada pencairan anggaran elektrikal untuk pembangunan RSUD Sofifi sebesar 15 persen.

“Menurut kami, anggaran elektrikal itu belum bisa dicairkan,” ujarnya.

Sebab, kata dia, pekerjaan elektrikal menyesuaikan dengan kondisi bangunan, dimana bangunan sudah jadi baru elektrikal bisa dikerjakan.

“Sementara progres fisik pembangunan RSUD Sofifi baru mencapai 18 persen, tetapi anggaran elektrikal sudah dicairkan 15 persen,” jelasnya.

Atas dasar inilah Komisi mau meminta penjelasan soal proseduralnya.