“Saya sampai kencing di celana. Baru saya pe motor juga dipukul sampai bodi motor rusak,” ungkap Gabriel.

Gabriel bilang, kekerasan yang dilakukan Frengki terhadapnya sudah direncanakan jauh sebelumnya. Sebab, salah satu ketua RT diminta mengambil video saat insiden itu.

“Karena dia bilang so tunggu satu bulan lalu, nanti hari itu baru dia dapa saya. Terus pak RT ambil video pake kades pe handphone,” timpalnya.

Gabriel mengaku bingung lantaran dirinya merasa tidak ada masalah pribadi dengan Frengki.

“Kalau memang saya ada salah ya panggil saya di kantor desa, bukan pukul saya di jalan,” cetusnya.

Atas tindakan itu, orang tua korban Katrina Ali sudah melaporkan masalah ini ke Polres. Visum juga telah dilakukan di rumah sakit.