Panen ayam potong yang dilakukan bersama Unkhair, menurutnya, berkat melalui tangan dingin sejumlah profesor, doktor, dan ilmuwan yang dimiliki Unkhair. Sebelumnya, ia mengaku pernah mengirim beberapa santri pondok pesantren ke Jepang untuk belajar mengelola ayam potong menggunakan kecanggihan teknologi. Kini ia melihat langsung proses dari peternakan ayam menggunakan boiler system, dan ternyata hasilnya memuaskan.

Di akhir sambutannya, Gubernur memimpin lelang ayam potong yang dipanen Unkhair ke beberapa Kepala SKPD. Gubernur sendiri membeli sedikitnya 2.000 ekor ayam untuk diberikan ke jamaah tablig yang sedang melaksanakan ijtima’ di Masjid Raya Saful Khairat Sofifi.

Kepala Dinas Pertanian Maluku Utara Muhtar Husen mengungkapkan, anggaran sebanyak Rp 3 miliar di DPA tahun 2022 diperuntukan bagi Unkhair. Melihat anggaran itu, ia melanjutkan kegiatan pengadaan kandang ayam potong yang diberi ke Unkhair.

“Panen ayam potong ini bentuk realisasi anggaran dari kegiatan, kerja sama pemprov dengan Unkhair. Kehadiran kandang ini dapat mengantisipasi produksi ayam, dan tak cuma kegiatan ini saja, namun Pemprov sendiri mengalokasikan anggaran pada kegiatan pangan bawang, rica, dan tomat (barito) dengan luas 2 hektare, tersebar di kabupaten dan kota di Malut,” ungkapnya.

Untuk sistem closed house ini, kata dia, sebelumnya telah melakukan kajian dan koordinasi yang matang bersama Unkhair.

Menurutnya, kerja sama yang berkelanjutan akak tetap dilakukan. Selain pengadaan kandang dan ayam potong, Distan akan bekerjasama untuk ketersediaan pakan ayam.

“Kerja sama kegiatan ini, Distan tak akan lepas tangan begitu saja. Melalui bidang peternakan, melakukan pemantauan setiap saat, dan komitmen yang berkelanjutan,“ pungkasnya.