Di lahan seluas 14 hektare, Rektor bersama tim merancang Unkhair Kampus IV. Tak hanya usaha ternak, dilakukan pula penangkaran lebah dan budidaya ikan yang mendorong pengembangan agro-ekowisata.

Untuk rencana besar ini, Unkhair mengajak bersinergi Korem 152 Babullah. Rencananya kampus ini dijadikan tujuan destinasi wisata pangan lokal, karena itu perlu dukungan semua pihak.

Closed house ini menghasilkan 4.600 ayam setiap bulannya. Kebutuhan pakan ayam sendiri sebanyak 12 karung dengan berat rata-rata 1,9 kg dan 2 kg ayam. Hasil ini secara teori, sebuah proses berlangsung normal dan cukup baik.

Sedangkan ayam potong segmentasi industri perlu diperhatikan aspek higienis, proses normatif, serta kontinuitas. Demi memenuhi kebutuhan PT IWIP, bila dilakukan dengan kontinu, hasilnya panen 5.000 ekor dalam dua pekan.

Rektor menambahkan, produksi ayam potong perlu disesuaikan dengan kebutuhan, maka perlu penambahan kandang broiler sistem.

“Unkhair sendiri belum memiliki kemampuan melayani permintaan perusahaan. Sebab, untuk mengakses slot 0,5 persen, berbanding kebutuhan 40 ribu karyawan perusahaan, perlu kerja sama tiga pilar; akademik, birokrasi, dan company, maka dipastikan adanya ketersediaan pangan di Maluku Utara,” jelasnya.