Tandaseru — Hubungan antara Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara, dengan Ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Pulau Morotai, Suriyani Antarani nampaknya mulai kurang harmonis.
Hal ini lantaran sikap Suriyani yang memilih walkout saat berlangsungnya rapat internal mengenai APBD-P Tahun 2023 antara Banggar dengan TAPD, yang berlangsung di ruang rapat Sekretariat DPRD Pulau Morotai, Rabu (5/7).
Ketua Fraksi Dekan DPRD Pulau Morotai, Basri Rahaguna pun meminta agar Ketua DPRD Rusminto Pawane membuat pemanggilan kembali terhadap Suriyani.
Pelaksana Tugas (Plt) Sekda Pulau Morotai itu, kata Basri, harus kembali mengikuti rapat bersama Banggar untuk membahas persoalan APBD-P 2023 yang belum juga diajukan oleh TAPD.
“Besok DPRD harus kembali panggil Plt Sekda, tadi kita DPRD geram karena alasan dari TAPD anggaran tidak ada, sedangkan belanja modal proyek berjalanan dengan miliaran,” ujar Basri.
Basri menegaskan, jika pemanggilan kembali tidak digubris Suriyani, maka DPRD secara kelembagaan akan memboikot Kantor Bupati Pulau Morotai, terutama ruang kerja Suriyani.
“Boikot kantor, ruang sekda dan ruang kadis keuangan,” cetusnya.


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.