Lanjut dia, keterangan yang dikumpulkan dari masyarakat desa itu akan menjadi pegangan BPD mengenai berapa banyak masyarakat yang masih menginginkan Ismail menjabat kepala desa atau sebaliknya.
Namun saat itu, kata Juanda, dia malah diadang Ismail. Keduanya pun terlibat adu mulut hingga keluarlah ucapan tak sedap dari Ismail selaku kepala desa.
“Ose itu provokator dalam kampung, sering menciptakan konflik, kerja tidak berdasarkan aturan,” ungkap Juanda menirukan ucapan Ismail saat cekcok dengannya.
Atas perlakuan Ismail terhadap dirinya di hadapan warga desa itu, Juanda yang merasa telah dipermalukan pun tidak terima dan langsung melapor ke polisi.
“Saya merasa dirugikan dan terhina atas sikap yang dilakukan oleh Ismail selaku kepala desa, karena dengan sengaja dia telah mempermalukan saya di depan umum,” tandasnya.


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.