Ia sendiri mengaku membaca sejumlah media yang memberitakan kegiatan Wali Kota selama di Belanda, bahkan ia sempat membaca soal tawaran pemerintah Belanda yang ingin kerja sama dengan Pemkot Ternate.

“Kalau kerja sama dengan Belanda itu benar terjadi dan berdampak bagi pemerintah kita, yah Wali Kota juga harus membuktikan bahwa kerja sama itu berdampak pula bagi masyarakat Ternate,” ujarnya.

“Publik menunggu penjelasan dari kuker tersebut. Kita semua bertanya-tanya apa urgensi dari kuker tersebut. Kalau itu berdampak bagi ekonomi kita, maka itu pula harus dibuktikan setelah kembali ke Ternate. Kalau tidak ini bisa saja kita sebut hanya sebagai anjangsana,” tandasnya.

Sekadar diketahui, usai Belanda, rombongan ini dikabarkan melanjutkan perjalanan ke Portugal. Namun belum diketahui jelas tujuan perjalanan ke Portugal itu.

Tauhid sendiri meninggalkan Kota Ternate dan bertolak ke Jakarta sejak 11 Mei dan hingga 22 Mei kemarin belum juga kembali ke daerah yang dipimpinnya.