“Kondisi stabilitas sistem keuangan masih terjaga. Pertumbuhan ekonomi Maluku Utara yang kembali mencatatkan pertumbuhan yang tinggi pada triwulan IV 2022 serta semakin landainya penyebaran Covid-19 berdampak positif terhadap kinerja perbankan khususnya pada ekspansi penyaluran kredit,” tambahnya.
Hal ini sejalan dengan optimisme perusahaan yang kembali melakukan ekspansi bisnis. NPL pada kredit konsumtif mengalami penurunan dari 0,90% menjadi 0,73%. Sejalan dengan hal tersebut, kredit produktif juga mengalami penurunan dari 1,81% menjadi 1,60%.
“Secara keseluruhan NPL masih berada di bawah 2% di tengah akselerasi pertumbuhan kredit. Hal ini menjadi salah satu indikasi bahwa ekspansi perbankan masih diimbangi oleh stabilitas sistem keuangan di Provinsi Maluku Utara pada triwulan IV 2022 yang masih terjaga,” akunya.
Perekonomian Provinsi Maluku Utara pada tahun 2023 diproyeksikan akan tetap tumbuh tinggi melanjutkan tren pertumbuhan pada tahun 2022. Dari sisi permintaan, akselerasi perekonomian pada tahun 2023 ditopang oleh meningkatnya daya beli masyarakat yang tercermin dari peningkatan konsumsi serta peningkatan investasi dan masih kuatnya ekspor luar negeri didorong oleh produk turunan nikel.
“Dari sisi penawaran, LU industri pengolahan dan LU pertambangan masih akan mendominasi pertumbuhan ekonomi pada tahun 2023 seiring rencana investasi
pembangunan smelter pengolahan nikel dan kebutuhan bahan baku baterai yang masih
berkembang,” jelasnya.
Untuk keseluruhan tahun 2023, inflasi Provinsi Maluku Utara diproyeksikan akan berada dalam target inflasi nasional pada rentang 3%±1%.
Tingkat inflasi sepanjang tahun 2023 diperkirakan akan terjaga berada dalam batas 4% namun akan lebih tinggi dibandingkan tahun 2022 sejalan dengan semakin baiknya tingkat konsumsi masyarakat dibanding tahun 2022 yang didorong oleh meningkatnya mobilitas masyarakat Maluku Utara seiring dengan membaiknya status Covid-19 dan adanya pelongaran pembatasan mobilitas masyarakat.
“Namun demikian, inflasi tahun 2023
terutama dipengaruhi oleh risiko kondisi anomali cuaca yang dapat berlangsung sepanjang tahun 2023. Kondisi ini memberikan tantangan dari segi produksi maupun distribusi bahan pangan di
Provinsi Maluku Utara, mengingat kondisi geografis Maluku Utara yang berupa kepulauan disertai dengan kondisi perubahan cuaca yang sangat ekstrim,” papar Eko.


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.