Massa aksi lalu melakukan negosiasi dengan Satpol PP agar bisa diberi ruang untuk hearing.

“Tapi salah satu anggota Satpol menerima telepon dari dalam kantor, ada salah satu pejabat yang dihubungi melalui telepon mengatakan pintu ditutup dan massa aksi tidak usah dilayani masuk,” tuturnya.

Menerima informasi itu, massa aksi yang kesal lantas membakar ban bekas disertai dan memukul-mukul gerbang.

Tak tinggal diam, Satpol PP berusaha membubarkan paksa massa aksi dan terjadilah baku hantam. Satu mahasiswa terjatuh di aspal, diduga kena pukulan petugas Satpol PP.

“Petugas Satpol PP melakukan tindakan represif terhadap camerad dan ada pihak Satpol pp melakukan tindakan pemukulan terhadap massa aksi,” ungkap Jack, salah satu massa aksi.

Sekadar diketahui, tuntutan aksi Samurai adalah tuntaskan air bersih, ciptakan industri lokal di 6 kecamatan, aktifkan koperasi nelayan di 88 desa, hentikan penambangan pasir ilegal, copot Kadis Pariwisata, serta copot Kadis Perikanan dan Kelautan.