Meski muntahan itu agak membusuk dan diletakkan begitu saja, tidak ada satupun lalat dan semut mendekati.
“Baunya memang tak sedap awalnya tapi ini sudah beberapa hari ini bau sudah berkurang. Baru mengeluarkan minyak terus, mungkin karena masih baru,” tandas Udin.
Sekadar diketahui, ambergris atau muntahan paus adalah benda seperti batu kapur yang memiliki sifat seperti lilin.
Ambergris berasal dari usus atau sistem pencernaan paus sperma yang dikeluarkan melalui mulutnya. Benda ini memiliki harga yang sangat mahal di pasaran khususnya di negara-negara teluk.
Muntahan paus berharga mahal karena dijadikan pengikat aroma pada parfum serta wewangian langka seperti musk. Bau khas yang muncul dari Ambergris, banyak dicari oleh pakar parfum dunia untuk membuat wangi parfum dapat bertahan lebih lama.
Dilansir dari Kompas.com, seorang anak pada 2012 menemukan ambergris atau muntahan paus seberat 600 gram dan harganya mencapai Rp 900 juta.
Sementara pada tahun 2021, nelayan di Thailand menemukan 30 kg ambergris yang nilainya mencapai Rp 19 miliar.


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.