“Sedangkan persentase tingkat pengangguran terbuka mengalami penurunan di mana pengangguran terbuka 2021 sebesar 1,94 persen mengalami penurunan menjadi 1,51 persen di tahun 2022,” tuturnya.

Mantan kontributor RCTI Maluku Utara ini lantas memaparkan target dan realisasi pendapatan 2022 yakni realisasi pendapatan daerah sampai akhir Desember 2022 sebesar Rp 1.636.130.186.395 atau 100,45 persen dari target sebesar Rp 1.628.761.713.631 yang dijelaskan pada Pendapatan Asli Daerah dianggarkan sebesar Rp 153.552.494.581 dan realisasinya sebesar Rp 115.829.080.853 atau capaian 75,43 persen.

Capaian itu di dalamnya terdiri dari pajak daerah, retribusi daerah, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan dan lain-lain pendapatan asli daerah yang sah.

“Pendapatan Transfer daerah dianggarkan sebesar Rp 1.469.184.860.567 dan realisasi sebesar Rp 1.515.674.799.342 atau meningkat 103,16 persen yang terdiri dari pendapatan transfer Pemerintah Pusat dianggarkan sebesar Rp 1.436.641.502 dengan realisasi sebesar Rp 1.498.931.250.919 atau naik 104,34 persen dan Pendapatan Transfer Antar Daerah atau Dana Bagi Hasil dianggarkan sebesar Rp 32.543.358.568 dengan realisasinya sebesar Rp 16.743.548.423 atau capaian sebesar 51,45 persen. Sedangkan lain-lain pendapatan daerah yang sah dianggarkan sebesar Rp 6.024.358.483 dengan realisasinya sebesar Rp 4.626.306.200 atau capaian sebesar 76,79 persen,” kata Bupati.

Ia juga menjelaskan, untuk anggaran belanja daerah tahun 2022 sebesar Rp 1.690.180.473.709 dengan realisasinya sebesar Rp 1.585.833.681.293 atau 93,83 persen. Ini terdiri dari Belanja Operasi sebesar Rp 1.010.152.051.703 dan realisasinya sebesar Rp 931.684.117.602 atau sebesar 92,23 persen yang di dalamnya ada belanja pegawai, belanja barang dan jasa, belanja bunga, belanja subsidi, belanja hibah dan belanja bantuan sosial.