Kepala Dinas Perindagkop-UKM Nasrun Mahasari yang dikonfirmasi soal progres Morotai Mall juga belum merespon hingga berita ini ditayangkan.
Sebelumnya, Nasrun mengatakan sumber dana pembangunan Morotai Mall berasal dari DAU dan DAK.
“Untuk DAK sebesar Rp 17,5 miliar dan DAU sebesar Rp 6,5 miliar. Di mana untuk DAK sendiri terdiri dari pembangunan Sentra Industri Kecil Menengah (SIKM) dan Pusat Layanan Usaha Terpadu (Plut). Jadi Sentra IKM dananya Rp 9 miliar lebih, sedangkan untuk PLUT-nya sebesar Rp 8 miliar lebih. Terus tambah dana sharing daerahnya sebanyak Rp 6 miliar lebih, sehingga totalnya Rp 24 miliar sekian,” paparnya.
Luas lahan yang dibutuhkan untuk pembangunan Morotai Mall, Nasrun bilang, totalnya seluas 5.039 meter persegi atau 3 hektare.
“Untuk bangunan lantai 1 seluas 1.835 meter persegi, lantai 2 seluas 1.604 meter persegi dan untuk basement-nya itu seluas 1.600 meter persegi. Jadi total luas sebanyak 5.039 meter persegi,” tandasnya.
Sekadar diketahui, peletakan batu pertama pembangunan Morotai Mall dilakukan 24 Februari 2022 dalam rangka revitalisasi sentral industri dan pembangunan PLUT KUMKM.


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.