“Kami sangat berharap kepada Bapak Ikram Sangadji selaku Pj Bupati Halteng agar berkoordinasi dengan dinas terkait dan juga PLN Patani untuk mencari solusi terbaiknya. Kalau perlu, ambil tindakan seperti beberapa waktu lalu Pemda Halteng meneken MOU dengan pihak IWIP dan bersepakat untuk menyuplai energi ke PLN sebesar 5 Mega Watt (MW) untuk Kecamatan Weda Utara, Weda Tengah, dan Weda Timur. Dengan demikian pembangunan dapat terdistribusi secara adil proporsional,” ucap Rizal.
Menurutnya, ketika listrik dari PLN Patani Padam maka akan berakibat pada jaringan 4G di wilayah Patani Timur dan mungkin saja seluruh tower yang ada di Patani.
“Karena hampir seluruh tower yang ada di Patani belum memiliki mesin tersendiri dan masih bergantung dari PLN Patani. Sementara PLN Patani saat ini melayani empat kecamatan, sehingga boleh jadi patut diduga over kapasitas dan menimbulkan masalah,” terangnya.
“Jadi kalau PLN-nya padam, maka jaringan 4G tidak aktif. Kalau jaringan 4G tidak aktif, sudah pasti aktivitas masyarakat pun jadi tersendat. Mulai dari tertundanya melakukan transaksi online seperti mengirimkan uang, lambat mendapatkan layanan informasi dan lain-lain,” tandas Rizal.


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.