“Penanganan stunting bukan hal yang mudah. Tapi saya yakin apabila dikerjakan bersama-sama kita bisa menurunkan angka stunting di Kabupaten Pulau Taliabu. Saya tekankan kepada semua OPD terkait untuk berkolaborasi dan berkomitmen, serta data anak-anak yang menderita stunting aktual, sehingga dalam melakukan intervensi bisa tepat sasaran dan goals percepatan penurunan stunting bisa tercapai,” pintanya.

Selain pengukuhan Duta Sgo Ngka Stunting Desa, sambung Aliong, pemerintah kabupaten juga melakukan penyerahan petugas Yaga Mei (pengasuh anak) kepada kepala desa lokus stunting untuk bertugas di desa lokus stunting.

“Yaga Mei sendiri merupakan program inovasi dalam upaya percepatan penurunan stunting dengan menugaskan petugas kesehatan gizi dan bidan yang terlatih. Untuk membantu pemerintah desa dalam upaya penanganan stunting di desa lokus,” tambahnya.

Bupati juga berharap pemerintah desa mengoptimalkan peran Posyandu dan BKD serta kader Posyandu dan kader BKB sebagai garda terdepan menangani stunting mulai dari fasilitas pendukung yaitu gedung posyandu, alat kelengkapan dalam Posyandu serta dilakukannya pelatihan kader Posyandu secara paripurna.

“Saya juga mengharapkan kesediaan semua pihak yang hadir di sini untuk dapat saling bekerja sama dalam upaya percepatan penurunan stunting di Pulau Taliabu,” pungkas Bupati.