Menurut Abri, selain kapasitas terbatas, sinyal 4G kadang hilang dan sesekali muncul jika cuaca kurang bersahabat, seperti musim hujan sekarang ini.
“Cuaca sekarang ini kan kurang bagus, kadangkala hujan, kadang (sinyal) hilang habis muncul,” timpalnya.
Berbeda dengan Pulau Mayau, di Pulau Tifure yang dihuni warga dua kelurahan yakni Tifure dan Pante Sagu, ternyata lebih parah lagi. Warga di Pulau Tifure seperti terisolir dari akses jaringan 4G.
Abri bilang, dulunya memang pernah ada perusahaan telekomunikasi yang beroperasi di Pulau Tifure sehingga warga di pulau ini bisa menikmati akses internet.
Hanya saja, sudah beberapa tahun terakhir ini setelah menyelesaikan kontrak 5 tahun, perusahaan itu tak lagi beroperasi karena kontraknya tak diperpanjang.
Untuk itu, Abri mengaku pernah mencari solusi dengan berkonsultasi ke salah satu temannya di pusat yang pernah bekerja di Batang Dua. Abri pun mendapat petunjuk dari temannya itu, bahwa, jika Pemerintah Kota Ternate melalui dinas terkait mau melakukan perpanjangan maka tinggal menyurat ke pihak Telkomsel regional.


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.