Setelah anggaran terealisasi, kini panitia pembangunan rumah pastori mempertanyakan langkah HS. Pasalnya, hingga saat ini pekerjaan pembangunan rumah belum dimulai.
”Jangan begitu, itu kan untuk masyarakat. Kalau masih ditahan oknum dewan maka pekerjaan ini kapan mau jalan? Karena dana itu bekerja sesuai juknisnya, dan belum dikerjakan. Dana tersebut dibuat apa oleh oknum dewan kalau belum ada pekerjaan? Kan dana itu diperuntukan bangun rumah pastori,” ujar Mus.
“Anggota kami bertanya-tanya ke kami, ketua dan bendahara, karena dorang juga tahu dana sudah cair tapi saat ini pekerjaan tidak jalan. Ini yang buat torang sesal. Padahal sebelum pencairan, desakan dari dia ke kami untuk cepat dicairkan. Tapi setelah cair dana itu diambil semua,” pungkasnya.
HS yang dikonfirmasi terpisah menyatakan selaku Wakil Ketua Jemaat Gereja Eben Haezer dan anggota DPRD yang mengusulkan pokir tersebut, ia bertanggungjawab mengawal pembangunan rumah pastori hingga tuntas. Namun sejauh ini, proses pembangunan tak pernah jalan hingga panitia berulang kali harus diganti.
“Saya mendesak dan ikut mengawal agar proses pencairan segera diurus. Setelah itu anggaran Rp 200 juta saya pegang untuk memastikan pembangunan berjalan. Ini pun berdasarkan hasil rapat dengan Badan Pelaksana Harian Jemaat (BPHJ). Karena sejak dulu panitia yang dibentuk kerjanya tidak pernah selesai sehingga digonta-ganti terus,” terangnya.


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.