“Yang jelas untuk langkah awal torang sudah upaya untuk pencarian. Bahkan upaya untuk koordinasi dengan tim SAR. Sampai tim SAR hadir di desa bantu kami dalam pencarian kurang lebih 7 hari,” ungkap Dorkas Durikasi, Kepala Desa Libano, belum lama ini.
Pihak keluarga telah mengikhlaskan kepergian FL. Mereka menerimanya sebagai kehendak Tuhan.
“Oleh karena itu dorang sudah melakukan ibadah-ibadah sesuai dengan torang punya keyakinan,” kata Dorkas.
Namun hilangnya FL membuka luka lama pihak keluarga. Sebab nenek dan pamannya juga hilang dengan cara yang persis sama.
“Jadi waktu itu torang tutup kegiatan pencarian itu sempat tong diskusi deng dia punya orang tua. Karena jangan sampai anak itu, entah dia bukan karena diseret arus atau ada makhluk-mahkluk lain,” ujarnya.


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.