“Keluar dari Jember kemarin tangga 9 Maret. Udah 13 kapal yang saya naikin,” tambah Siswanto.

Pada 21 Oktober, Siswanto tiba di Kesultanan Ternate. Seperti biasa, ia selalu meminta tanda tangan dan cap otoritas setempat sebagai bukti telah sampai di daerah itu.

Menurutnya, masyarakat Ternate seperti masyarakat di Kupang. Mudah beradaptasi, masyarakatnya lebih terbuka.

“Meski ngomongnya keras, orang Ternate baik hati dan budinya,” pungkasnya.

Selanjutnya Siswanto akan keliling Kota Ternate sebelum melanjutkan rutenya ke Bitung, Makassar, Surabaya dan kembali ke Kampung halamannya.