Di Lombok, Siswanto biasanya tidur di masjid, emperan toko, hingga teras rumah warga. Baginya hal itu bukan masalah besar.
“Saya nggak bawa uang. Dibantu orang-orang, dikasih, yang penting saya nggak minta,” ucapnya.
Setelah menjelajahi Kupang, Nusa Tenggara Timur, Kota Tual di Maluku Tenggara jadi tujuan Siswanto selanjutnya. Ia berlayar selama 3 hari 3 malam ke sana lalu melanjutkan perjalanan ke Raja Ampat, Papua Barat.

Siswanto masuk ke Provinsi Maluku Utara melalui Weda, Halmahera Tengah. Ada transportasi laut yang ditumpanginya dari Raja Ampat ke Weda.
Ia lantas bersepeda ke ibukota provinsi, Sofifi, melalui daratan Oba. Butuh 7 hari setelah beberapa kali berhenti.


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.