“Di Ternate pasti daerah gunung pasti terjadi banjir bandang. Sementara Pulau Halmahera juga berhati-hati dengan tanah longsor dan puting beliung karena awal-awal musim hujan ada angin kencang,” terangnya.
“Sekarang kita melakukan rilis dalam rangka untuk memberitahukan kepada seluruh stakeholder dan masyarakat juga bahwa kita memasuki musim penghujan. Kemudian kita update terus perkiraan dan sebarkan ke semua stakeholder untuk sampaikan prediksi perkiraan musim hujan,” sambung Djoko.
Warga yang bermukim di sekitar tebing, kata Djoko, diminta memperhatikan longsor. Sedangkan yang di daerah hulu sungai mewaspadai banjir bandang.
Selain itu, ujar Djoko, dengan kondisi cuaca tersebut Dinas Pangan diharapkan mengambil langkah-langkah antisipasi kelangkaan bahan pokok di Maluku Utara.
“Seperti dijelaskan Kepala Dinas Pangan Kota Ternate akan melakukan operasi pasar tentunya dalam rangka antisipasi adanya kelangkaan,” tandasnya.
Sekadar diketahui, kegiatan itu diikuti
Kepala Dinas Pertanian Kota Ternate, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Ternate, dosen Fakultas Pertanian Unkhair, dosen Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Unkhair, Kepala Dinas Pangan Malut, serta Taruna Siaga Bencana (Tagana) Malut.


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.