Apakah itu bukan bagian dari perkembangan produk berpikir literasi? Maka narasi itu sebenarnya seharusnya menjadi modal prinsip dasar dari kemajuan sebuah kota untuk akrab kembali dengan kemajuan kotanya. Di negara-negara maju dunia literasi sudah menjadi gaya hidup, buku atau membaca sudah menjadi rutinitas kebutuhan bukan lagi keinginan. Contoh-contoh di atas bukan sebuah alasan melainkan pokok pikiran yang perlu kita rawat sebagai tolak ukur kemajuan kebudayaan literasi.
Hexa Helix Sebagai Pokok Kemajuan Kota
Pokok-pokok kemajuan kota tidak bisa terlepas dari 6 unsur dasar yang dunia sekarang mengenal dengan hexa helix yaitu kolaborasi Akademia, Business, Aggregator, Government, Community, dan Media. Keenam dasar kolaborasi tersebut seharusnya menjadi dasar pikir kebijakan untuk bisa membangun kekuataan jejaring kota yang punya nilai-nilai edukasi dan kreativitas di masyarakat. Bandung, Jakarta, Yogyakarta, Banyuwangi, adalah kota-kota yang paham betul bagaimana kolaborasi dan jejaring bekerja.
Bila jejaring ilmu dasar hexa helix bisa menjadi dasar pikir dari kehidupan masyarakat, barangkali kegelisahan kita selama ini terhadap dunia literasi bisa dipakai untuk perkembangan kota. Hampir di kota-kota besar kalau kita amati, setiap dinas atau kantor-kantor mereka sudah terjaring pola pikir masyarakat dan pemerintahnya; misalnya, kantor-kantor sekarang di dalamnya sudah ada coffee shop, ruang literasi seperti ruang membaca. Di taman-taman kota sudah memiliki perpustakaan keliling dengan model desain sangat industrial seperti dibuat Jakartabookhive di akun Instagramnya.
Jika sinergi pemerintah memiliki ruang-ruang kolaborasi dan jejaring yang terus inters. Maka ide-ide akan tumbuh di masyarakat, karena perlu kita pahami, pergerakan pelaku seni sudah banyak memiliki simpul-simpul kreativitasnya sendiri. Maka perlu kita sama-sama menjaga pergerakan itu sebagai modal kekuatan untuk kemajuan kota yang di dalamnya ada masyarakat sebagai pusat pergerakan kreatif.
Ruang Arsip
Di sisi lain penting untuk mendokumentasikan segala sesuatu sebagai mengarsipkan. Betapa penting arsip sebagai bahan dasar kita terhadap ruang-ruang dan memori kolektifnya. Masyarakat yang sadar arsip, maka perkembangan kota itu masuk dalam identitas menjaga kebudayaannya.


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.