Pada malamnya, tepat 12 Rabiul Awal masyarakat Kecamatan Patani melakukan zikir, sahut serta membacakan riwayat nabi dalam mengagungkan kelahiran rasul yang diiringi tabuhan rebana di masjid-masjid yang dimulai dari selesai salat Isya sampai dengan Subuh pagi.
Pada siang harinya, tradisi memukul orang dengan mengenakan Coka Iba (topeng setan) dilakukan selama tiga hari berturut-turut dan berlangsung saat terbitnya fajar sampai terbenamnya matahari. Setiap orang yang memakai Coka Iba menutupi diri mereka secara menyeluruh agar mereka tidak dikenali oleh siapapun, hanya mata dan tangan yang kelihatan. Dalam memukul biasanya Coka Iba menggunakan rotan, yang apabila setiap dari kita masih berada di jalan maka Coka Iba akan bertindak, memarahi, mengejar, dan memukul manusia yang masih berada di jalanan karena dianggap tidak mensyukuri kelahiran Nabi.
Tujuannya agar setiap dari kita selaku umat-nya selalu bersyukur kepadanya dengan melakukan zikir, maupun salawat kepada Nabi. Bahkan dalam pelaksanaan Coka Iba dikenal juga dengan tradisi Fanten (saling memberi) yang memiliki makna juga sebagai ajang siraturahmi.
Secara psikologis (ilmu kejiwaan), Coka Iba merupakan kepribadian kedua dari kepribadian pertama. Sering disebut kepribadian ganda di mana kepribadian individu terpecah, sehingga muncul kepribadian yang lain. Tanda-tanda kepribadian itu biasanya muncul karena pribadi utama tidak mewujudkan hal yang ingin dilakukannya.
Kepribadian prosopon/persona dalam bahasa Yunani artinya topeng. Ketika itu topeng sering dipakai oleh artis atau pemain teater untuk menggambarkan/memainkan sosok dengan sifat atau karakter tertentu. (Sutrisno, 2020). Ketika pemain atau artis saat sedang berpentas di atas panggung mengenakan topeng dan bertingkah laku dengan ekspresi yang sesuai dengan karakter topeng yang dikenakan, untuk menggambarkan kepribadian yang angkara murka, serakah, ingin menang sendiri dan lain-nya sering digunakan topeng gambar muka raksasa. Sementara untuk menggambarkan sifat atau karakter kepribadian orang yang baik budi pekertinya, suka menolong pada sesama, berani berkorban membela kebenaran, dan melakukan kegiatan baik lainnya dengan topeng bergambar muka ksatria.


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.