Djohir mengungkapkan, soal dana sisa tender dari setiap dinas dikembalikan langsung ke kas daerah. Sebab pencairan melekat di BPKAD. Untuk jumlah total tersebut Djohir bakal menyurat ke Sekda selaku atasan.

“Halbar tahun ini total dana sisa tender Rp 6 miliar lebih dengan rincian triwulan pertama Rp 2 miliar lebih, triwulan kedua Rp 3 miliar lebih dan triwulan ketiga Rp 500 juta sekian. Berbeda dengan tahun sebelumnya, dana sisa tender mencapai Rp 11 miliar,” paparnya.

Ia menambahkan, banyak tidaknya dana sisa tender dilihat dari nilai, bukan dari jumlah paket. Misalkan Dinas Pendidikan di 2022 ada sekitar 39 paket tapi nilainya total hanya Rp 2 miliar.

“Dari semua dinas jumlah paket paling banyak Dinas Pendidikan. Jadi beda tahun kemarin paket proyek sedikit tapi nilainya besar maka dana sisa tender juga bisa di angka Rp 11 miliar. Mamun dari semua dana sisa tender itu, tidak termasuk paket dari pinjaman PEN,” pungkasnya.