“Sisanya sekitar 9 lagi untuk sungai-sungai kecil yang masih membutuhkan waktu. Jalan dan jembatan yang akan digunakan untuk kepentingan umum ini mengharapkan dukungan masyarakat,” ungkapnya.
Ada juga pemeliharaan ruas jalan yang rusak, mulai dari pusat Kota Daruba Kecamatan Morotai Selatan hingga Wayabula Kecamatan Morotai Selatan Barat.
“Tahun 2022 terdapat jalan rusak jika ditotal volumenya sekitar 10 km. Tahun depan akan dilanjutkan pemeliharaannya sampai Sopi, Kecamatan Morotai Jaya. Semuanya dikerjakan oleh Balai PU Pusat menggunakan APBN,” paparnya.
Ia menambahkan, proses pekerjaan galian batuan keras dengan blasting diperkirakan paling cepat 1 bulan selesai.
“Jika masyarakat mendukung dan memudahkan prosesnya di lapangan, maka dalam waktu yang relatif lebih cepat jalan nasional ini akan segera terhubung dan melingkari Pulau Morotai,” pungkas Umar.


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.